
Derasnya hujan,.....
reranting berderak, ....
sepasang mata, sendu menatap dedaunan,
yang gugur satu persatu,
air mata yang bergulir,
memendam seribu derita yang terhunjam dalam.
Kedukaan seakan hendak berkaca,
dimanakah sekarang nurani jiwa,
titik air mata berpacu dengan derasnya hujan,
Kemana perginya kekasih yang kucinta?
Jejaknya hanya dapat kusentuh dalam maya.
Haruskah langkah bahagia terhenti disini?
Bayang suram memenuhi ruang hati,
hampa,...tanpa suara,.....
rapuh segala raga terasa,....
Kini, jelaga raga menyesah dada,
derita seakan menguasai asa,
mengaburkan beningnya sepasang mata.



